Featured

YUK, BERTEMAN DENGAN PARA INTROVERT

by - November 11, 2017

Apa yang terpikirkan jika bertemu atau melihat seseorang yang sangat pendiam dan suka menghindar dari keramaian? Atau orang yang canggung dan bingung jika berada di tengah kebanyakan orang? Mereka adalah orang yang memiliki kepribadian tertutup atau introvert.

Introvert adalah salah satu penggolongan kepribadian manusia, berdasarkan reaksi mereka yang pendiam. Reaksi yang cenderung pendiam, menghindari interaksi sosial, dan kesendirian, membuat para introvert sedikit memiliki teman.


Pada dasarnya, semua manusia sama dalam hal introvert atau extrovert (kepribadian yang mudah terbuka), namun yang membedakan hanyalah dominanisasi sifat. Pengalaman sosial seseorang dapat mempengaruhi penggolongan kepribadian ini. Semua orang bisa dikatakan introvert, extrovert atau ambivert (orang yang tertutup dan terbuka juga). Namun tidak jarang dalam hal perbedaan ini, introvert dianggap sebagai orang yang anti sosial, padahal tidak selalu.



Marti Olsen Laney dalam bukunya menyatakan tentang munculnya sifat introvert. Kurang sempurnanya sosialisasi yang diajarkan dalam keluarga, penolakan atau pengucilan  dari masyarakat karena pemberian julukan aneh, terlalu sering menjadi korban bullying, kurang nyaman dengan lingkungan sekitar, serta sikap keras para orangtua yang selalu memaksakan kehendak.

Dalam buku The Introvert Advantage (How To Thrive in an Extrovert World) oleh Laney dijelaskan mengenai jalannya sarag neuro-transmitter pada otak orang extrovert dan introvert berbeda. Para ekstovert cenderung kekurangan dopamine (Sebuah neuro-transmitter yang membantu mengontrol pusat kepuasaan dan kesenangan di otak (kamuskesehatan.com)), sehingga membutuhkan sebuah kegiatan beradrenalin untuk menyiptakannya. Jalur serta aliran darah yang menuju otak mereka juga lebih pendek dan sedikit. Sebaliknya bagi para introvert, rangsangan dari luar dianggap terlalu melelahkan. Mereka sangat sensitif dengan dopamine.


Rasa kesal, frustasi, atau benci terhadap diri sendiri dapat muncul dalam diri seorang introvert. Mereka menganggap ada sesuatu yang aneh pada diri mereka jika hanya memiliki sedikit teman akrab. Bagi mereka yang memiliki pemikiran positif, hal ini tidak terlalu mengganggu. Introvert merupakan pecinta ketenangan dan kedamaian. Mereka dapat melakukan kegiatan seperti menyendiri untuk charging diri. Namun, orang introvert yang cenderung lebih banyak berpikir negatif dapat menjadikan sesuatu terasa sangat mencengangkan, miris, bahkan memprihatinkan. Mereka dapat melampiaskan perasaan kesal dan frustasinya dengan hal-hal menyimpang, seperti melakukan penyiksaan terhadap orang lain atau diri sendiri, menjadi psikopat, bahkan dapat berkahir pada kasus pembunuhan atau bunuh diri.


KEUNGGULAN INTROVERT

Nilai lebih yang dimiliki kebanyakan kaum introvert cenderung sama. Mereka kebanyakan suka menghanyutkan diri ke dalam sehingga lebih mudah memusatkan perhatian ketika sedang mengerjakan sesuatu. Biarpun dicap pendiam, mereka sangatlah haus akan informasi-informasi terkini. Karena terlalu sering menyelami ide-ide aneh saat menyendiri, mereka mungkin atau bahkan dapat menciptakan inovasi-inovasi baru.

Seorang introvert dapat memunculkan sebuah gagasan seperti: mengapa warna langit berwarna biru, padahal warna terbagi dalam tujuh rupa?. Dari sinilah para introvert akan melakukan sebuah pencarian untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan aneh. Rasa penasaran mereka pun memiliki peran dominasi dalam memacu untuk mendapatkan suatu hal serta solusi baru. mereka juga bisa menguasai suatu hal apabila dikerjakan sesuai dengan minatnya.


Cobalah untuk berteman atau setidaknya berinteraksi dengan para introvert. Mereka bukanlah kaum yang sepenuhnya takut orang, pemalu, dan benci berinteraksi. Malahan mereka bisa menjadi sangat peduli. Hanya saja, berbasa-basi bukanlah hal yang terdaftar dalam hobi mereka. Mreka dapat berbicara panjang-lebar bila bertemu dengan topik yang dianggap menarik. Anda juga tidak perlu terlalu mengkhawatirkan kesopanan. Bicaralah saja jika Anda benar-benar ingin mengungkapkan sesuatu. Para introvert bukanlah tipe tempramental akut. Mereka juga dapat menjadi pendengar yang sangat baik.

Saran



Selain agar tidak dianggap aneh atau malah diasingkan, para introvert sebaiknya membuka diri sedikit, supaya memiliki pengalaman yang cukup dalam berinteraksi. Ketahuilah pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial. Tunjukkan sikap ramah, konsisten, dan bekerja keras agar orang lain dapat melirik keberadaan kalian. Lakukan hal-hal seperti mengikuti kegiatan yang disenangi, menghadiri seminar-seminar, bergabung dengan organisasi tertentu, sesekali berjalan-jalan ke luar rumah, lebih murah senyum dan selalu berpikir positif terhadap orang.


Psikolog Amerika, Clark Moustakas mengatakan "Accept everything about yourself-I mean everything, you are you and that is the beginning and the end-no apologies, no regrets" (Menerima segala hal tentang dirimu. Kamu adalah kamu dan itu adalah sebua permulaan dari akhir, tidak ada penyesalan).


Perlu diketahui, bahwa orang introvert tidak harus memaksakan mengubah diri menjadi extrovert. Selain akan menimbulkan guncangan pada diri sendiri, dunia tidaklah seru jika hanya berisikan orang-orang extrovert. Menjadi diri sendiri akan sangat lebih istimewa daripada terus menopengi diri menjadi orang lain. Namun, jangan lupa berusaha lebih peduli dan terbuka kepada orang-orang disekitar.

You May Also Like

0 komentar

Instagram