Featured

MENGAPA SAYA MEMILIH NGE-BLOG DARIPADA NGE-VLOG

by - Mei 27, 2018


Blog adalah kegiatan tulis menulis dengan media platform blogging di internet seperti, Blogger, Wordpress, Wix, Medium, Tumblr dan lain sebagainya. Kegiatan ini bagi seorang Blogger (Orang yang melakukan blogging) mengasah kita untuk rajin-rajin menulis serta membaca, sehingga bisa menciptakan karya blog terbaik. Kemampuan ini bagi saya sendiri untuk mengasah kemampuan dibidan jurnalistik publik dengan membagi pengalaman-pengalaman yang dikumpulkan dalam jejaring daring yang bisa diakses sehingga bisa jadi referensi dan pengetahuan bagi pembacanya.

Sedangkan vlog, yakni kegiatan ngeblog tetapi dengan teknik video dan biasanya menggunakan media multimedia video seperti YouTube, Vidio dan Vimeo. Nah, kegiatan ini bisa jadi seperti Citizen Journalismnya NET atau sejenis program-program TV lainnya. Seorang vlogger ( orang yang melakukan Vlogging) terutama yang sering mengunggah kontennya di YouTube, biasanya disebut YouTuber. Kegiatan tersebut, bagi beberapa Youtuber, karena merasa yakin bahwa konten yang dimiliki lebih bermutu daripada apa yang ada di TV.

KEKURANGAN VLOG

Berhubung ini di blog tempat saya menulis, apakah saya pernah membuat vlog? Tentunya saya pernah. Bisa kamu temui beberapa kegiatan vlog saya di kanal YouTube saya. Atau di beberapa artikel yang saya sertakan vlog saya sendiri di Vlogkansi. Namun kegiatan vlog itu sendiri tidak saya lanjutkan, mengapa? menurut saya Vlog kurang worth it.

Bukannya saya menjelek-jelekkan kegiatan vlog, sama sekali tidak, beberapa teman saya bahkan adalah YouTuber.

Memang vlog menyajikan gambar bergerak yang bisa mengumpulkan detil informasi yang didapat. Tetapi vlog itu sendiri kebanjiran informasi-informasi yang tidak perlu, seperti basa-basi yang tidak diperlukan, atau guyonan yang dipaksatampilkan di layar. Bahkan saking banjirnya, ada informasi terpenting yang bahkan terlewatkan. Sedangkan blog, bisa memilih-milih informasi mana yang bisa dituliskan untuk disajikan pembaca.

Dalam tahap editing tentunya, vlogger juga bisa menentukan frame mana yang perlu disajikkan, namun penyajian konten vlog biasanya hasil suntingan tersebut mengutamakan sisi menariknya daripada sisi pentingnya. Hal yang menarik seperti kejadian lucu, atraksi tidak penting seperti basa-basi, sehingga menyebabkan detail-detail penting terlupakan, atau malah tidak dimasukkan.

Bagi travel blogger dan travel vlogger, search engine sangat penting agar bisa dicari dengan mudah. Tapi jika kamu sebagai netizen, dimana kah kamu mencari informasi lebih sering? Google, atau Youtube?

Saya melakukan voting di sosial media, ternyata 83% warganet mencari informasi di internet dari Google daripada Youtube. Alasannya beragam, dimulai dengan banyaknya artikel yang bisa dibaca, dan tingkat informasi yang mudah didapatkan. Bahkan ketika membuka homepage, dan langsung menuliskan kata kunci pencarian, sekitar 90% pasti hasilnya adalah artikel blog yang ditampilkan daripada video di YouTube.

Untuk mengunggah konten, vlog cenderung boros kuota. Berbeda dengan blog yang cenderung mudah diunggah karena hanya modal tulisan dan gambar atau beberapa sisipan lainnya yang diperlukan. Vlog mutklak harus video, belum lagi harus bertanggung jawab dengan copyright musik, sehingga harus pintar-pintar mencari free no copyright song sebelumnya.

KEKURANGAN BLOG

Meski begitu saya akui dalam mengunggah konten di blog, blog sendiri memiliki kelemahan. Kurang interaktifnya blog daripada vlog salah satunya, karena memberikan teks pada pengunjungnya. Berbeda dengan vlog yang bisa disambut pengunjungnya dengan content creator yang bisa eksis gayanya di dalam rekaman agar lebih interaktif dan menghibur.

Kemampuan yang dimiliki penulis blog juga hanya sekedar pada skill menulis dan fotografi. Tapi saya juga memiliki beberapa konten video yang bisa saya bagikan untuk penikmat konten interaktif. Sehingga bagi saya cukup menabali kekurangan blog itu sendiri,  dan diperlukan juga bagi blogger yang ingin memperkaya kontennya lebih dari sekedar tulisan dan foto, dengan menambah kemampuan mengedit video agar lebih interaktif kontennya.

You May Also Like

0 komentar

Instagram