Featured

BUKU YANG AMAT SANGAT BODO AMAT: SEBUAH SENI UNTUK BERSIKAP BODO AMAT

by - Oktober 28, 2018

Judul: Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat, Pendekatan Waras Demi Menjalani Hidup yang Baik.
Penulis: Mark Manson
Penertbit: HarperOne
Terbit: Februari 2018 (di Indonesia), 2016 (di Amerika)

"Tidak semua orang bisa menjadi luar biasa-ada para pemenang dan pecundang di masyarakat, dan beberapa di antaranya tidak adil dan bukan akibat kesalahan Anda."

Buku ini adalah karya Mark Manson, seorang blogger yang membahas tentang pengembangan diri, komunikasi intra dan interpersonal, untuk memberikan kunci kebahagian bagi generasi milenial.

Judulnya tergolong unik dengan namanya yang mengundang kita bertanya-tanya tentang sikap bodo amat itu sendiri. Dan seolah buku ini mengajarkan tentang sikap bodo amat, yang rata-rata orang-orang tidak bisa melakukan bodo amat yang baik dan benar.

Sebenarnya buku ini tidak benar-benar mengajarkan sikap bodo amat yang tidak peduli terhadap apapun. Buku ini mengajarkan kita untuk berhenti memedulikan tentang apa-apa yang tidak penting di hidup kita, dan menjalani kehidupan dengan cara yang benar.

Mark Manson benar-benar menyajikan pengembangan diri dengan gaya kekinian yang menggelitik untuk bisa dicerna orang-orang generasi kini, dan menyampaikan kasus-kasus kejadian dengan pengalaman pribadi dirinya dan seseorang, tokoh berpengaruh, atau penganalogian Si Panda Nyinyir. Tulisan-tulisan di buku ini juga disajikan dengan rasa pukulan pas untuk pembacanya agar bisa menertawakan diri sendiri atas kesalahan yang umumnya dilakukan orang-orang di masa lalu.

Bahasan-bahasan yang ada dalam buku ini, membahas bagaimana kita menghadapi masalah kita, manajemen tanggungjawab, ambisi dan mimpi, menanggapi sebuah tragedi, dan lainnya yang membahas psikologi dan komunikasi antar personal.

Mark Manson

Namun Mark sendiri menyampaikan bahwa "Buku ini tidak berbicara bagaimana cara meringkankan masalah atau rasa sakit. Bukan juga buku panduan mencapai sesuatu. Tapi sebaliknya, buku ini mengubah rasa sakit menjadi sesuatu kekuatan, dengan mengubah masalah menjadi masalah yang lebih baik. Khususnya, buku ini akan mengajari untuk peduli lebih sedikit."

Saya akui, di dunia ini tidak ada yang namanya tidak bermasalah, sekalipun hidup tidak bermasalah, itu juga masalah. Dan buku ini pas untuk membahas dilema-dilema yang ada.

Bagian terfavorit dari buku ini bagi saya adalah, ketika membahas permasalahan percintaan. Mark Manson menyampaikan, bahwa dalam permasalahan menderita akibat percintaan, tidak melulu yang disakiti adalah korban. Kita sebagai yang tersakiti juga punya tanggungjawab atas dasar mengapa si dia berlaku demikian kepada kita. Bahkan kasus perselingkuhan pun, ada alasannya mengapa si dia harus berselingkuh dari kamu, ada faktor dari kamu yang menyebabkan dari dia sehingga harus berselingkuh. Dan ketika sudah disakiti, kamu punya tanggungjawab atas dirimu sendiri, bukan lagi dia, untuk membuat dirimu kembali lagi bahagia.

Buku ini cocok buat kamu, untuk mengubah cara berpikir menghadapi masalah, dilema, dan tragedi sehari-harimu. Menghadapi untuk menganggap sesuatu tidak melulu melemparkan kesalahan, dan tanggungjawab kepada orang lain. Cocok pula buat kamu yang sedang galau-galaunya ditinggal pergi oleh si dia.

Buku yang rilis pertama kali di New York ini, diterjemahkan ke beberapa bahasa, salah satunya Bahasa Indonesia. Telah mengalami 7 kali percetakan, yang berarti telah banyak mengalami revisi untuk menyeleraskan dengan versi bahasa Inggrisnya. Banyak juga penjelasan istilah yang disampaikan oleh penerjemah, agar pembaca mengerti maksud dan tujuan istilah slang di sini, dan juga membuat pembaca paham jokes ala orang Amerika Serikat dalam buku ini seperti apa.

Akhir artikel, bagi saya buku ini adalah psikiater pribadi saya yang tidak bergerak dan bisa dibawa kemana saja. Karena setiap ada permasalahan, ketika membaca buku ini, saya terdorong harus tetap positif. Buku ini juga mirip dengan dosen saya di mata kuliah Komunikasi Antar Personal dan Pengantar Ilmu Komunikasi, Ariel Obadyah (kalau kamu anak FIKOM UMN, pasti ngerti orangnya bagaimana), cara pengajaran pak Ariel dengan buku ini hampir mirip dengan segala pemahaman permasalahan komunikasi dan dilema anak-anak masa kini.

You May Also Like

0 komentar

Instagram